Monthly Archives: Februari 2012

Kalium Diklofenak

Kalium Diklofenak

Jenis: Tablet Salut Enterik 25 mg & 50 mg.
Fungsi: Obat Analgetik.

Sebagai pengobatan jangka pendek untuk kondisi – kondisi akut sebagai berikut:

  • Nyeri inflamasi setelah trauma, seperti karena terkilir.

  • Nyeri dan inflamasi setelah operasi, seperti operasi tulang atau gigi.
  • Sebagai ajuvan pada nyeri inflamasi yang berat dari infeksi telinga, hidung atau tenggorokan, misalnya faringotonsilitis, otitis. Sesuai dengan prinsip pengobatan umum, penyakitnya sendiri harus diobati dengan terapi dasar. Demam sendiri bukan suatu indikasi.

Kontra Indikasi:

  • Tukak lambung

  • Hipersensitif terhadap zat aktif
  • Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, kalium diklofenak dikontraindikasikan pada pasien dimana serangan asma, urtikaria atau rhinitis akut ditimbulkan oleh asam asetilsalisilat atau obat-obat lain yang mempunyai aktivitas menghambat prostaglandin sintetase

Komposisi:
Kalium Diklofenak 25 mg
Tiap tablet salut enterik mengandung Kalium Diklofenak 25 mg
Kalium Diklofenak 50 mg
Tiap tablet salut enterik mengandung Kalium Diklofenak 50 mg

Cara Kerja Obat:
Farmakodinamik

Kalium diklofenak adalah suatu zat anti inflamasi non steroid dan mengandung garam kalium dari diklofenak. Pada kalium diklofenak, ion sodium dari sodium diklofenak diganti dengan ion kalium. Zat aktifnya adalah sama dengan sodium diklofenak. Obat ini mempunyai efek analgesik dan antiinflamasi. Tablet kalium diklofenak memiliki mula kerja yang cepat. Penghambatan biosintesa prostaglandin, yang telah dibuktikan pada beberapa percobaan, mempunyai hubungan penting dengan mekanisme kerja kalium diklofenak. Prostaglandin mempunyai peranan penting sebagai penyebab dari inflamasi, nyeri dan demam. Pada percobaan-percobaan klinis Kalium Diklofenak juga menunjukkan efek analgesik yang nyata pada nyeri sedang dan berat. Dengan adanya inflamasi yang disebabkan oleh trauma atau setelah operasi, kalium diklofenak mengurangi nyeri spontan dan nyeri pada waktu bergerak serta bengkak dan luka dengan edema. Kalium diklofenak secara in vitro tidak menekan biosintesa proteoglikan di dalam tulang rawan pada konsentrasi setara dengan konsentrasi yang dicapai pada manusia.

Dosis:

*Dewasa:
- Umumnya takaran permulaan untuk dewasa 100-150 mg sehari.
- Pada kasus-kasus yang sedang, juga untuk anak-anak di atas usia 14 tahun 75-100 mg sehari pada umumnya mencukupi.
Dosis harian harus diberikan dengan dosis terbagi 2-3 kali
*Anak-anak:
Tablet kalium diklofenak tidak cocok untuk anak-anak.

Peringatan dan Perhatian !!!

  • Ketepatan diagnosa dan pengawasan yang ketat harus dilakukan pada pasien-pasien dengan gejala gangguan saluran pencernaan, pasien yang mempunyai riwayat tukak lambung, dengan ulkus kolitis, atau pasien dengan penyakit Crohn, juga pada pasien yang menderita gangguan hati yang berat.

  • Umumnya perdarahan saluran pencernaan atau ulkus/ perforasi mempunyai konsekwensi yang lebih serius pada orang tua. Hal ini dapat terjadi setiap waktu selama pengobatan dengan atau tanpa gejala peringatan atau riwayat sebelumnya.
  • Bila terjadi perdarahan saluran pencernaan atau ulkus pada pasien yang menerima kalium diklofenak, obat ini harus dihentikan.
  • Karena prostaglandin penting untuk mempertahankan aliran darah pada ginjal, perhatian khusus harus diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi jantung atau ginjal, pasien yag diobati dengan diuretik, dan pada pasien dengan “extracellular volume depletion” dari berbagai sebab,misalnya pada fase peri atau sesudah operasi dari operasi bedah yang besar.
  • Pemantauan fungsi ginjal sebagai tindakan pencegahan direkomendasikan jika digunakan pada kasus-kasus tertentu. Penghentian pengobatan diikuti oleh penyembuhan seperti keadaan sebelum pengobatan.
  • Walaupun jarang, apabila timbul tukak lambung atau perdarahan lambung selama masa pengobatan dengan kalium diklofenak , obat harus segera dihentikan.
  • Pada pasien dengan usia lanjut perhatian harus diberikan sesuai dengan prinsip-prinsip pengobatan kedokteran. Khususnya direkomendasikan untuk menggunakan dosis efektif terendah pada pasien tua yang lemah atau dengan berat badan rendah. Seperti halnya dengan antiinflamasi non steroid lainnya, kenaikan satu atau lebih enzim hati mungkin terjadi dengan kalium diklofenak.
  • Pemantauan fungsi hati diindikasikan sebagai tindakan pencegahan. Jika test fungsi hati yang abnormal tetap atau menjadi lebih buruk, dan jika tanda-tanda klinis atau gejala-gejala tetap dengan berkembangnya penyakit hati atau jika terjadi manifestasi lainnya (misalnya eosinofilia, ruam, dsb) kalium diklofenak harus dihentikan. Hepatitis mungkin terjadi tanpa gejala-gejala prodromal.
  • Perhatian harus diberikan jika menggunakan kalium diklofenak pada pasien-pasien dengan porfiria hati, karena obat ini mungkin menyebabkan serangan.
  • Pengobatan dengan kalium diklofenak untuk indikasi seperti tersebut di atas biasanya hanya untuk beberapa hari. Tetapi bila berlawanan dengan rekomendasi untuk pemakaiannya dimana kalium diklofenak diberikan untuk jangka waktu lama, sebaiknya seperti halnya obat-obat anti inflamasi non steroid yang mempunyai aktivitas yang tinggi lainnya, dilakukan hitung darah.
  • Seperti halnya dengan anti inflamasi non steroid lainnya, reaksi alergi termasuk reaksi anafilaktik/anafilaktoid, dapat juga terjadi walaupun tanpa pernah terpapar dengan obat ini sebelumnya.
  • Mutagenisitas, karsinogenisitas dan studi toksisitas reproduksi:
    Diklofenak tidak menunjukkan efek mutagenik, karsinogenik atau teratogenik pada studi yang dilakukan.

  • Pemakaian pada waktu kehamilan dan laktasi:
    Pada masa kehamilan, kalium diklofenak hanya digunakan pada keadaan yang sangat diperlukan dan dengan dosis efektif yang terkecil Seperti halnya obat-obat penghambat prostaglandin sintetase lainnya, hal ini terutama berlaku pada 3 bulan terakhir dari masa kehamilan (karena kemungkinan terjadinya inertia uterus dan atau penutupan yang prematur dari ductus arteriosus). Sesudah pemberian oral dosis 50 mg setiap 8 jam, zat aktif dari kalium diklofenak dijumpai dalam air susu ibu, seperti obat-obat lainnya yang diekskresikan ke dalam air susu ibu, kalium diklofenak tidak dianjurkan untuk digunkan pada ibu yang menyusui.

  • Efek pada kemampuan mengemudi atau menggunakan mesin:
    Pasien yang mengalami pusing atau gangguan saraf pusat lainnya harus dihindarkan dari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Hypobhac Injeksi

produksi PT Pharos

Jenis: Fls. Fungsi: Obat Antibiotik.

Pengobatan jangka pendek pada penderita segala usia, termasuk neonatus, bayi dan anak-anak dengan infeksi serius atau mengancam kehidupan yang disebabkan oleh strain yang rentan dari mikroorganisme pada penyakit seperti di bawah ini:

  • Infeksi saluran urine dengan komplikasi

  • Infeksi kulit dan struktur kulit
  • Infeksi intraabdominal termasuk peritonitis dan abses intraabdominal
  • Infeksi saluran pernafasan bagian bawah

Bila tidak ada kelompok antibiotika sebagai pilihan utama, Hyphobac dapat dipertimbangkan untuk pengobatan infeksi stafilokokal yang serius, apabila penicillin atau obat-obat lain yang lebih rendah potensi toksisnya dikontraindikasikan dan uji kerentanan bakteri serta pertimbangan klinis mendukung pemakaiannya. Hyphobac dapat pula dipertimbangkan untuk infeksi campuran yang disebabkan strain yang rentan dari Staphylococcus dan organisme Gram negatif lainnya. Selain itu, Hyphobac dapat juga dipertimbangkan sebagai terapi permulaan pada infeksi yang dicurigai atau dipastikan disebabkan oleh organisme Gram negatif. Pada infeksi serius bila organisme penyebab tidak diketahui, Hyphobac bisa diberikan sebagai terapi permulaan bersama-sama dengan penicillin atau cephalosporin sebelum diperoleh hasil uji kerentanan. Pada neonatus yang dicurigai septis, Hyphobac biasanya diberikan bersama-sama dengan obat tipe penicillin. Jika organisme anaerob dicurigai sebagai penyebab, Hyphobac dapat diberikan bersama terapi antimikrobial yang sesuai. Hyphobac injeksi digunakan dalam kombinasi dengan carbenicillin atau ticarcillin untuk pengobatan yang mengancam kehidupan yang disebabkan Pseudomonas aeruginosa. Studi kinis memperlihatkan efektivitas-nya pada pengobatan infeksi serius yang disebabkan beberapa organisme yang resisten terhadap amoniglikosida lain seperti gentacimin, tobramicin dan amikacin.

Kontra Indikasi:
Hypersensitiv aminoglikosida

Komposisi:

  • Hypobhac 25 Injeksi Tiap vial berisi:
    Netilmicin sulfate setara dengan Netilmicin base 50mg

  • Hypobhac 100 Injeksi Tiap ampul berisi:
    Netilmicin sulfate setara dengan Netilmicin base 150mg

  • Hypobhac 200 Injeksi Tiap ampul berisi:
    Netilmicin sulfate setara dengan Netilmicin base 300mg

    Dosis:

  • Dewasa: 4 – 6 mg/kg BB/hari, dalam dosis tunggal atau terbagi, setiap 8 jam atau 12 jam
  • Anak-anak: 6 – 7,5 mg/kg BB/hari, dalam dosis tunggal atau terbagi, setiap 8 jam Bayi lebih dari 1 minggu: 7,5 – 9 mg/kg BB/hari dalam dosis tunggal atau terbagi, setiap 8 jam

  • Bayi kurang dari 1 minggu dan bayi prematur: 5,5 – 8 mg/kg BB/hari dalam dosis terbagi atau setiap 8 atau 12 jam diberikan 7 – 14 hari

    Efek Samping:
    Nefrotaksis dan ototoksis

    Kemasan:

  • Hyphobac 25 Doos berisi 1 vial @ 2 ml
  • Hyphobac 100 Doos berisi 1 ampul @ 1,5 ml
  • Hyphobac 200 Doos berisi 1 ampul @ 1,5 ml
  • Griseofulvin

    Produksi PT Indofarma

    Jenis: Tablet. Fungsi: Obat Kulit

    Indikasi
    Untuk pengobatan infeksi jamur (ring-worm) pada kulit, rambut dan kuku yang disebabkan oleh Microsporum, Epidermophyton dan Trichophyton.

    Kontra Indikasi:
    Pasien yang menderita penyakit porfiria, gangguan sel hati dan pasien yang hipersensitif terhadap griseofulvin.
    Jangan digunakan pada penderita yang sedang hamil, menyusui dan penderita lupus erythematosus sistemik.

    Komposisi:
    Tiap tablet mengandung griseofulvin 125 mg.

    Cara Kerja Obat:
    Griseofulvin adalah antibiotik yang bersifat fungistatik. Secara invitro griseofulvin dapat menghambat pertumbuhan berbagai spesies dari Microsporum, Epidermophyton dan Trichophyton. Pada penggunaan per oral griseofulvin diabsorpsi secara lambat, dengan memperkecil ukuran partikel, absorpsi dapat ditingkatkan. Griseofulvin ditimbun di sel-sel terbawah dari sel epidermis, sehingga keratin yang baru terbentuk akan tetap dilindungi terhadap infeksi jamur.

    Dosis:
    Dewasa, pada umumnya 4 kali sehari 1 tablet sudah cukup. Untuk kasus tertentu mungkin diperlukan dosis awal yang lebih tinggi yaitu 8 tablet sehari.
    Anak-anak, sehari 10 mg per kg berat badan.
    Lama pengobatan dilakukan paling sedikit 4 minggu. Untuk kasus tertentu misalnya infeksi kuku, pengobatan dapat berlangsung selama 6 – 12 bulan.
    Terapi dihentikan sekurang-kurangnya 2 minggu setelah infeksi hilang.

    Peringatan dan Perhatian !!!

    • Keamanan dan manfaat griseofulvi untuk pencegahan infeksi jamur belum diketahui dengan pasti.

    • Pengobatan jangka panjang harus dibawah pengawasan dan dimonitor secara periodik fungsi-fungsi organ termasuk fungsi ginjal, hati dan hematopoietik.
    • Penderita yang alergi terhadap penisilin boleh memakai obat ini, walaupun secara teoritis dapat terjadi sensitivitas silang terhadap penisilin.
    • Reaksi fotosensitivitas dapat terjadi dan dilaporkan timbulnya lupus erythematosus pada penderita yang mendapatkan griseofulvin.

    Efek Samping:

    • Efek samping bersifat ringan dan sementara, misalnya: sakit kepala, rasa kering pada mulut, iritasi lambung dan rash kulit.

    • Reaksi hipersensitivitas: urtikaria, edema angioneurotik.
    • Proteinuria, hepatotoksisitas.

    Interaksi Obat:
    Griseofulvin menurunkan aktivitas warfarin sebagai antikoagulan, kontrasepsi oral dan dapat meningkatkan efek alkohol.
    Barbiturat menurunkan aktivitas griseofulvin.

    Cara Penyimpanan:
    Simpan pada suhu kamar (dibawah 30 derajat Celcius) dan tempat kering.

    HARUS DENGAN RESEP DOKTER

    Gentamicin

    gentamicina

    Jenis: Salep. Fungsi: Obat Kulit.

    Indikasi
    Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti impetigo kontagiosa, ektima, furunkulosis. pioderma, psoriasis dan macam-macam dermatitis lainnya.

    Kontra Indikasi:
    Alergi terhadap gentamisina.

    Komposisi:
    Tiap gram salep mengandung gentamisina sulfat setara dengan gentamisina 1 mg.

    Cara Kerja Obat:
    Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang menghasilkan penisilinase, Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain.

    Posologi:
    Oleskan pada lesi kulit 3 – 4 kali sehari.

    Cara Penggunaan:
    Obat luar.

    Peringatan dan Perhatian !!!

    Gentamisina tidak untuk pengobatan mata !!!

    • Penggunaan antibiotika topikal kadang-kadang menyebabkan suburnya pertumbuhan mikroorganisme yang tidak sensitif terhadap antibiotika, seperti jamur.
      Bila hal ini terjadi atau terdapat iritasi, sesitisasi atau superinfeksi, pengobatan dengan Gentamisina harus dihentikan dan harus diberi terapi pengganti yang tepat.

    • Obat-obat bakterisid tidak efektif terhadap infeksi kulit yang disebabkan virus dan jamur.
    • Karena keamanan pemakaian Gentamisina pada wanita hamil secara absolut belum dipastikan, tidak boleh digunakan pada wanita hamil dalam jumlah yang banyak atau periode waktu yang lama.

    Efek Samping:
    Iritasi ringan, eritema dan pruritus.

    Cara Penyimapanan:
    Dalam wadah tertutup rapat. Terlindung dari pengaruh panas yang berlebihan.

    HARUS DENGAN RESEP DOKTER

    Furolnox

    Jenis: Kapsul. Fungsi: Lain-lain.

    Indikasi
    Untuk pengobatan infeksi jamur seperti kandidas vulvovaginal, kandidas mulut, dermatotitosis, pitiriasis versikolor, keratitismikotik.

    Kontra Indikasi:
    Penderita yang jelas diketahui hipersensitif terhadap derivat aktif obat ini serta kehamilan.

    Komposisi:
    Setiap kapsul mengandung:
    Itraconazole 100 mg

    Purolnox adalah preparat antimikotik spektrum luas yang aktif terhadap infeksi oleh dermatofita, kandida, pitirosporum dan jamur sistemik seperti: Balstomyces dermatitis, Cryptococcus neoformans dan Hisoplasma capsulatum.
    Bahan aktif Purolnox adalah itraconazole, suatu drivat triazole yang memiliki mekanisme kerja menghambat sintesis ergosterol dinding sel jamur.
    Eliminasi obat dari jaringan lebih lambat daripada plasma sehingga efek klinis maupun anti mikotik yang optimum bertahan 2 – 4 minggu setelah pengobatan dihentikan.

    Efek Samping:
    Gangguan yang biasa dijumpai umumnya ringan berupa mual, sakit perut, sakit kepala dan dispepsia.

    Interaksi Obat:

    • Kemungkinan terjadi interkasi dengan obat-obat yang dimetabolisme secara oksidasi seperti cyclosporin.

    • Karena absorpsinya dapat dipengaruhi oleh keasaman lambung, pemberian bersama dengan antagonis H2 atau antasidal mungkin dapat menurunkan absorpsi obat ini.

    Peringatan dan Perhatian !!!

    • Walaupun pengaruhnya terhadap fungsi hati kecil, sebaiknya hati-hati dengan pemberian pada penderita dengan gangguan fungsi hati, karena obat ini terutama mengalami metabolisme di hati.

    • Aktivitas menyusui sebaiknya dihentikan selama minum obat ini.
    • Keamanan pada anak-anak belum diketahui pasti.
    • Pemberian bersama antasida atau obat-obat penghambat sekresi asam lambung akan menyebabkan penurunan absorpsi, sedangkan rifampisin akan mempercepat metabolisme itraconazole.
    • Bila terjadi neuropati, pengobatan harus dihentikan.
    • Pada penderita gangguan ginjal, dianjurkan untuk melakukan monitor terhdap konsentrasi plasma dan tidak diperlukan penyesuian dosis.

    Dosis dan Cara Pemakaian:
    Untuk pengobatan:

    • kandidas vulvovaginal
      Pengobatan sehari: 2 kapsul pagi dan 2 kapsul malam.
      Pengobatan 3 hari: sehari 1 kali 2 kapsul selama 3 hari.

    • Kandidas mulut
      Sehari 1 kapsul selama 15 hari.

    • Dermatofitosis
      Sehari 1 kapsul selama 15 hari, sedangkan untuk Tinea pedis dan Tinea manum, lama pengobatan sampai 30 hari.

    • Pitiriasis versikolor
      Sehari 1 kali 2 kapsul selama 7 hari.

    • Keratitis mikotik
      Sehari 1 kali 2 kapsul selama 21 hari.

    Kemasan:
    Dus berisi 4 strip @ 4 kapsul.

    Masturbasi

    Masturbasi, onani, atau rancap adalah perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan sesuatu objek atau alat, atau kombinasinya. Masturbasi merupakan suatu bentuk autoerotisisme yang paling umum, meskipun ia dapat pula dilakukan dengan bantuan pihak (orang) lain.

    Etimologi
    Istilah “masturbasi” berasal dari bahasa Inggris, “masturbation”. Ada dua versi etimologi untuk kata ini. Yang pertama adalah dari kata bahasa Yunani, mezea (μεζεα, bentuk jamak untuk penis) atau dari gabungan kata bahasa Latin, manus (tangan) dan turbare (mengganggu atau memprovokasi). Versi lainnya adalah gabungan dari kata Latin manus (tangan) dan stuprare (mempermainkan), sehingga berarti “mempermainkan [penis] dengan tangan”. Akibat masturbasi dalam kultur budaya Indonesia sebagai orang timur dianggap tabu untuk dibicarakan secara vulgar atau terbuka, kata-kata kiasan sering dipakai untuk menyebutkan tindakan ini, seperti “mengocok”, “main sabun”, dan sebagainya.

    Kontroversi masturbasi
    Pada kebanyakan kalangan masyarakat hingga abad ke-20, kegiatan melakukan masturbasi dianggap sebagai hal yang tidak baik. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi “penyalahgunaan” pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan modern – meskipun para pejabat kesehatan mupun seksolog telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental. Tidak juga ditemukan bukti bahwa anak kecil yang melakukan perangsangan diri sendiri bisa mengalami celaka.

    Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak. Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berwujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif – sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain – adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.

    Berlawanan dengan keyakinan kuno, masturbasi tidak akan menyebabkan munculnya birahi tanpa kendali, tidak akan menyebabkan anda buta atau tuli, tidak menyebabkan anda flu, tumbuh rambut pada tangan anda, gagap, atau membunuh anda. Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri. Pengetahuan ini selanjutnya bisa dibawa untuk memperoleh hubungan seksual yang memuaskan di masa depan, baik dengan cara masturbasi bersama-sama pasangan, atau karena bisa memberitahukan pasangannya apa-apa saja yang bisa memuaskan diri mereka. Ini adalah usul yang bagus bagi setiap pasangan untuk membicarakan perilaku masturbasi mereka dan juga untuk menenangkan pasangan jika sewaktu-waktu salah satu di antara mereka lebih memilih untuk melakukan masturbasi daripada sanggama.

    Dalam beberapa kejadian, masturbasi bersama-sama mungkin bisa diterima. Dilakukan sendirian ataupun dengan kehadiran pasangan, kegiatan ini bisa sangat menyenangkan dan menambah keintiman, jika ini tidak dianggap sebagai sebuah bentuk penolakan. Seperti kegiatan yang lainnya, jika ini tidak dikomunikasikan dengan baik, masturbasi bisa diterjemahkan sebagai tanda amarah, keterasingan, ataupun ketidakbahagiaan terhadap hubungan yang sedang berlangsung.

    Aktivitas seks berupa marsturbasi yang dilakukan dengan pasangan dinamakan masturbasi mutual di mana masing-masing saling merangsang dan saling bermasturbasi atau dengan saling melihat bermasturbasi.

    Dengan mengatasi stereotip negatif masyarakat dan perasaan pribadi masing-masing individu tentang masturbasi, maka para pria dan wanita bisa dengan bebas mengeksplorasi dan menikmati seksualitas mereka secara pribadi, dengan cara yang memuaskan. Satu peringatan: untuk tetap memperoleh seks yang aman, masturbasi dengan pasangan bisa merupakan suatu alternatif yang menyenangkan bagi sanggama, sepanjang kontak dengan kelenjar Cowper atau lubrikasi vaginal pasangan dihindari, khususnya jika mempunyai goresan atau luka terbuka.

    Larangan masturbasi

    larangan masturbasi

    Pandangan agama Islam
    Ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Pertama haram, dan kedua boleh-boleh saja. Ulama yang berpendapat demikian, mendasarkan keharamannya pada Al-Qur’an surah Al-Mu’minuun:5-7, yang artinya: “Dan orang orang yang mememelihara kemaluannya kecuali terhadap istrinya atau hamba sahaya, Mereka yang demikian itu tak tercela. Tetapi barangsiapa mau selain yang demikian itu, maka mereka itu orang-orang yang melewati batas.” Keharaman ini juga didasarkan pada alasan bahwa orang yang onani itu ibaratnya melepaskan syahwatnya bukan pada tempatnya. Seperti itu jelas tidak diperbolehkan.

    Sedang ulama yang memperbolehkan onani atau masturbasi ini beralasan bahwa mani adalah sesuatu yang lebih. Karenanya boleh dikeluarkan. Bahkan hal itu diibaratkan dengan memotong daging lebih. Pendapat demikian ini didukung Imam Hambali dan Ibnu Hazm. Sedang ulama Hanafiah memberikan batas kebolehan dalam keadaan:

    • Karena takut melakukan perzinaan;

    • Karena tidak mampu kawin (tapi syahwat berlebihan).

    Rasulullah SAW juga telah mengajarkan bagaimana menghindari luapan birahi, bagi para pemuda yang belum mampu menikah; hendaknya sering-sering melakukan puasa, karena puasa itu hikmah, dan puasa bisa membendung syahwat atau nafsu birahi. Sabda Rasul: “Hai para pemuda, barang siapa di antara kalian sudah ada kemampuan (fisik dan modal berumah tangga), maka kawinlah karena perkawinan itu bisa menjinakkan pandangan dan kemaluan. Tetapi barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa itu bisa membendung syahwat. (HR. Bukhari).

    Nah sekarang, tergantung anda. Bagaimana anda menyikapi tentang Masturbasi…
    Selamat berfantasi ria,ĥē..ĥě..ĥě…
    Asolole… Icik…icik…

    Fungiderm® Clotrimazole

    fungiderm

    fungiderm

    Produksi PT Konimex

    Jenis:Krim/Bedak
    Fungsi: Obat Kulit (untuk infeksi jamur )

    Indikasi
    Fungiderm® berguna untuk mengobati infeksi jamur pada kulit dan kuku yang disebabkan oleh dermatofit, kandida, ragi-ragi dan jamur lainnya seperti:

    • Jamur pada lipatan-lipatan kulit seperti lipatan paha (Tinea Cruris)
    • Jamur pada sela-sela jari kaki/kutu air (tinea pedis)
    • Jamur pada tubuh seperti panu dan kadas (Tinea versicolor, Tinea corporis)
    • Jamur pada kulit kepala (Tinea capitis)
    • Jamur pada kuku (Tinea unguium)
    • Jamur pada janggut (Tinea barbae)
    • Kandidiasis pada kulit dan kuku
      Dan karena memiliki khasiat antibakteri terhadap bakteri gram positif maka Fungiderm dapat digunakan pada mikosis dengan infeksi sekunder oleh bakteri tersebut.

    Kontra Indikasi:
    Obat ini mempunyai kontra indikasi pada penderita yang hipersensitif terhadap Clotrimazole.

    Komposisi:
    Mengandung Clotrimazole 1%

    Cara Kerja Obat:
    Clotrimazole merupakan suatu anti jamur berspektrum luas turunan imidazol. Obat ini akan menembus chitin dari dinding sel jamur dan menaikkan permeabilitas membran sel yang selanjutnya akan menyebabkan kebocoran kation natrium dan kalium serta komponen intraseluler yang lain. Gangguan ini mengganggu enzim mitokondria dan peroksimal yang akan mengakibatkan nekrosis seluler. Selain itu juga efektif melawan bakteri gram positif.

    Aturan Pakai:
    Oleskan krim atau taburkan bedak Fungiderm secukupnya 2 – 3 kali sehari pada bagian yang sakit selama 10 – 14 hari secara teratur dan tidak terhenti. Infeksi pada sela-sela jari kaki membutuhkan waktu 1 bulan pengobatan dengan tekun dan teratur. Untuk infeksi pada kuku, terlebih dahulu potonglah kuku sependek mungkin.

    Peringatan dan Perhatian !!!

    • Jika terjadi iritasi atau sensitivitas, hentikan pengobatan
    • Hindari kontak dengan mata
    • Bila tidak ada kemajuan setelah 1 bulan pengobatan, sebaiknya diagnosis ditinjau kembali.

    Efek Samping:
    Pada penderita yang hipersensitif dapat terjadi eritema, vesikasi, deskuamasi, edema, pruritus, urtikaria dan iritasi.

    Cara Penyimpanan:
    Simpan di tempat sejuk dan kering.

    Kemasan:

  • Krim, Tube @3,5 g; 5 g; 10 g
  • Bedak, Botol @ 20 g
  • ERLAMYCETIN® ( Tetes Telinga)

    Produksi PT Erela

    Jenis: Fls. Fungsi: Obat Telinga.

    Indikasi
    Infeksi superfisial pada telinga luar oleh kuman gram positif atau gram negatif yang peka terhadap Chloramphenicol.

    Kontra Indikasi:

    • Bagi penderita yang sensitif terhadap Chloramphinicol.

    • Perforasi membran timpani.

    Komposisi:
    Tetes telinga Erlamycetin® mengandung 1% Chloramphenicol base di dalam larutan tetes telinga.

    Aksi dan Pemakaian:
    Sebagai broad spektrum antibiotika, bekerja sebagai bakteriostatik terhadap beberapa species dan pada keadaan tertentu bekerjanya sebagai bakterisid.

    Cara Pemakaian:
    Teteskan ke dalam lubang telinga 2 – 3 tetes, 3 kali sehari.
    Atau menurut petunjuk dokter.

    Peringatan dan Perhatian !!!

    • Hindarkan penggunaan jangka lama karena dapat merangsang hipersensitivitas dan superinfeksi oleh kuman yang resistan.

    • Obat tetes ini hanya bermanfaat untuk infeksi yang sangat superfisial, infeksi yang dalam memerlukan terapi sistemik.

    Efek samping:
    Iritasi lokal, seperti gatal, rasa panas, dermatitis vesikuler dan mukolopapular.

    Penyimpanan:
    Simpan di tempat yang sejuk, kering dan terlindung dari cahaya.

    Kemasan:
    Botol @ 10 ml.

    HARUS DENGAN RESEP DOKTER

    ERLAMYCETIN (Salep Mata)

    Produksi PT Erela

    Jenis: Tube. Fungsi: Obat Mata.

    Blepharitis, catarrhae, conjunctivitis bernanah, traumatic keratitis, trachoma, ulcerative keratitis dan sebagainya.
    Iritis, uvetis, conjunctivitis, keratitis, dacryocysititis dan infeksi lain oleh bakteri patogen.

    Kontra Indikasi:
    Penderita yang lewat peka terhadap Chloramphenicol.

    Komposisi:
    Tetes mata Erlamycetin mengandung 0.5 persen Chloramphenicol base di dalam larutan steril untuk pengobatan mata.

    Aksi dan Pemakaian:
    Chloramphenicol adalah suatu antibiotika yang mempunyai spektrum luas dan aktif melawan bakteri-bakteri Gram positif dan Gram negatif serta terhadap virus.
    Yang jelas Chloramphenicol sebagai perintang pembentukan protein-protein bakteri.
    Untuk pengobatan infeksi mata, Chloramphenicol nyata-nyata cocok, apalagi dengan kadar yang lebih dari cukup akan menghancurkan kuman-kuman.

    Cara Pemakaian:
    Teteskan 2 tetes 3 – 4 kali sehari ke dalam mata atau menurut petunjuk dokter.

    Efek Samping:
    Iritasi lokal pada penderita sensitif terhadap Chloramphenicol.
    Bila ini terjadi pemakaian harus dihentikan.

    Peringatan dan Perhatian !!!
    Pengobatan yang lama atau pemakaian yang berulang-ulang untuk penggunaan Chloramphenicol sebagai obat luar perlu dihindari karena ada kemungkinan terjadi reaksi hypersensitif, termasuk penyempitan tulang hypoplasia.

    Pencegahan
    Penggunaan lama antibiotik kadang-kadang menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dari mikroorganisme non susceptible, termasuk fungi, bila timbul infeksi baru selama pengobatan, obat harus dihentikan dan berikanlah takaran yang tepat.

    Penyimpanan:
    Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya.

    Kemasan:
    Dalam botol tetes mata berisi 10 ml tetes mata Erlamycetin.

    HARUS DENGAN RESEP DOKTER

    Dumoxin®

    Produksi PT Actavis

    Jenis: Tablet. Fungsi: Obat Antibiotik.

    Indikasi

    • Infeksi saluran pernafasan

    • Pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumonia
    • Pengobatan bronchitis dan sinusitis kronis
    • Infeksi saluran kemih
    • Infeksi kulit : acne vulgaris
    • Penyakit karena hubungan seksual :
    • Sebagai alternatif untuk pengobatan gonore dan sifilis.
    • Infeksi mata yang disebabkan oleh Gonococci, Staphylococci dan H.Influenza seperti trachoma dan konjunctivitis.
    • Infeksi Ricketsia

    Kontra Indikasi:
    N/A

    Komposisi:
    Dumoxin 100 mg tablet: Setiap tablet mengandung doksisiklin hiklat yang setara dengan doksisiklin 100 mg

    Doksisiklin bekerja dengan jalan menghalangi pembentukan protein bakteri, dan tempat kerjanya pada bakteri 30 S-ribosom.
    Doksisiklin mempunyai spektrum luas terhadap bakteri gram positif dan gram negatif.

    Dosis:
    Dewasa dan anak-anak diatas umur 8 tahun dengan berat badan > 45 kg : 200 mg per hari

    HARUS DENGAN RESEP DOKTER

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.